Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengguna iPhone Bayar Lebih Mahal untuk Langganan Twitter Blue

Pengguna iPhone Bayar Lebih Mahal untuk Langganan Twitter Blue

Twitter Blue lagi-lagi menjadi bahan pembicaraan para penggunanya karena mengeluarkan kebijakan baru yang menghebohkan, khusus pengguna iOS layanan Twitter Blue mematok harga langganan yang cukup tinggi dibanding Twitter Blue melalui Website.

Untuk mendapatkan centang biru di Twitter, pengguna Apple akan ditagih dengan harga yang lebih mahal sebesar 11 USD atau sekitar Rp 170 ribu. Jika dibanding membelinya melalui Website Twitter, Anda akan mendapatkan harga yang lebih murah sekitar 8 USD atau setara dengan Rp 120 ribuan.

Layanan Twitter Blue dirilis pada bulan November lalu, namun kali ini terpaksa dihentikan sementara karena banyak yang menyalahgunakan akun palsu dengan centang biru, seperti akun-akun nakal yang belum lama ini terjadi. Untuk saat ini, layanan dari Twitter Blue sedang dalam masa perbaikan untuk meningkatkan kembali performa serta tingkat keamanan yang jauh lebih tinggi.  

Banyak keuntungan yang akan didapatkan jika berlangganan Twitter premium seperti Twitter Blue ini, selain mendapatkan akun verified Anda juga bisa mendapat keuntungan lainnya seperti bisa mengupload video dengan resolusi tinggi dan juga dapat mengedit tweet yang sudah di posting.

Elon Musk menjelaskan kenapa harga Twitter Blue pada Apple dibanderol dengan harga yang cukup tinggi, mereka mengatakan karena sebelumnya Apple mengambil pajak tersembunyi sebesar 30%, dengan terjadinya hal ini maka perusahaan Twitter pun menutup kerugian dari komisi yang dilakukan Apple secara terang-terangan. 

Kini, layanan Twitter Blue kembali diluncurkan mulai Senin 12 Desember 2022. Dari tweetnya mereka menjabarkan harga langganannya yang mana tersedia pada Twitter Blue melalui Website di patok harga 8 USD perbulannya dan untuk iOS seharga 11 USD perbulan dan sudah include dengan centang biru pada akun seta fitur-fitur lainnya. 

Dan yang menarik akan hadir fitur baru lainnya seperti membedakan label centang dengan warna, yang mana pada pengguna akun bisnis akan diberi centang emas sebagai penanda dan centang warna abu-abu khusus untuk akun pemerintah dan akun multilateral. 

Bagi pelanggan yang akan mengganti nama tampilan atau profil foto, pada Twitter Blue sudah dibisa dilakukan namun, saat proses menggantinya, centang biru akan dihilangkan sementara selama akun ditinjau. Keuntungan lainnya akun pengguna akan lebih sering muncul dihalaman twitter pengguna lainnya, sebagai tweet balasan maupun unggahan.

Kembali lagi harga langganan Twitter Blue, Pengguna iPhone bayar lebih mahal karena menutup pajak yang dipungut oleh perusahaan Apple yang melakukan pembelian melalui App store. Jadi, itulah alasan mengapa biaya berlangganan Twitter Blue pada Apple lebih tinggi dibanding melakukan pembelian melalui website.

Setelah kejadian ini, banyak kesalahpahaman terkait Twitter yang akan di blokir dan pihak Apple akan berhenti memasang iklan di Twitter. Elon Musk langsung membantah terkait tuduhan tersebut, setelah pertemuannya dengan kepala eksekutif Apple Tim Cook. 

Perusahaan Apple akan terus memasang iklan di Twitter, dan hingga saat ini Apple menjadi pemasang iklan terbesar. Tidak hanya Apple, perusahaan besar Google juga akan tetap memasang iklan di Twitter begitu juga dengan Amazon. 

Demikian, inilah alasan mengapa harga berlangganan Twitter Blue di iPhone jauh lebih mahal daripada melalui Website Twitter. Dengan adanya permasahalan ini, Elon Musk dan pihak Apple sudah menyelesaikan terkait kontroversi yang terjadi.

Dan saat ini layanan premium dari Twitter yakni Twitter Blue sudah resmi rilis kembali mulai Senin, 12 Desember 2022 dengan harga 8 USD  pembelian melalui website dan 11 USD melalui iPhone atau App Store pelanggan sudah bisa menikmati fitur-fitur premium yang pastinya tidak bisa didapatkan pada Twitter biasa. 

Namun, untuk saat ini harga berlangganan Twitter Blue bagi pengguna Android belum diketahui informasi lengkapnya, jadi tunggu saja kabar terbaru dari Twitter.